BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, July 3, 2009

Tips & Trik

Materi IlmuKomputer.Com

MODEL OBJEK PHP


Bagaimana sesungguhnya model objek pada PHP? Fitur model objek baru dari PHP 5 merupakan jawaban tepat untuk menjelaskannya. Sebenarnya kemampuan sebagai pemrograman yang mendukung orientasi objek bukanlah satu-satunya fitur baru dari PHP 5. Akan tetapi, dukungan orientasi objek ini merupakan salah satu fitur yang cukup menonjol sekali. Terbukti dengan adanya perbaikan fitur berbasis objek dalam versi ini dan ditambahkan pula model objek baru yang tidak ditemukan di versi sebelumnya. Tidak dapat dipungkiri memang, pada kenyataannya untuk saat ini fitur canggih tersebut belum digunakan secara meluas. Hal ini bisa jadi karena belum banyak web server yang menggunakannya dan masih setia dengan PHP 4, selain itu juga karena performansinya masih memberikan sedikit keraguan bagi beberapa kalangan. Terlepas dari adanya kekurangan pada pemrograman berorientasi objek dalam PHP 5, pembahasan di sini dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana membuat aplikasi web berorientasi objek. Bagaimanapun juga, pendekatan pemrograman dengan berorientasi objek mampu menyajikan kode program lebih sederhana dan reusability, sehingga memudahkan Anda mengembangkan aplikasi web yang kompleks.

8.1 Prosedural dan Orientasi Objek

Kebanyakan pemrogram lebih familiar dengan pemrograman terstruktur atau prosedural. Salah satu faktor penyebabnya adalah usianya yang sudah cukup matang, sehingga juga sudah meluas digunakan oleh berbagai kalangan. Di mana sekitar tahun 1950 diperkenalkan bahasa pemrograman Fortran dengan tipe prosedural.

Ada pun pemrograman berorientasi objek meskipun sebenarnya juga sudah cukup lama dikenal namun penggunaannya tidak seluas pemrograman prosedural. Kurang lebih sekitar tahun 1970 muncul SmallTalk yang memperkenalkan orientasi objek. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan, orientasi objek dipandang sebagai solusi yang cukup menarik dalam mengembangkan aplikasi.

Berkaitan dengan pendekatan yang digunakan dalam pemrograman, PHP memungkinkan Anda untuk membuat program menggunakan pendekatan secara prosedural atau berorientasi objek. Secara normal, kebanyakan pemrogram lebih sering menggunakan pendekatan prosedural, apalagi sebelumnya dukungan objek pada PHP masih belum selengkap saat ini. Oleh karena itu, apabila Anda baru mengenal PHP, maka pemrograman prosedural mungkin akan lebih akrab bagi Anda.

Akan tetapi, apabila Anda ingin mengembangkan aplikasi menggunakan PHP untuk implementasi lebih baik, disarankan mengenal orientasi objek dari PHP.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai keduanya, kita akan membahas satu per satu, karena bagaimana pun juga baik prosedural maupun orientasi objek sangat diperlukan dalam mengembangkan aplikasi.

8.1.1 Pemrograman Prosedural

Kalangan yang fanatik terhadap prosedural umumnya tidak menyarankan penggunaan pendekatan abstrak. Contoh ekstrem dari kalangan ini adalah melakukan langkah penolakan objek, dan tidak menerima abstraksi tentunya. Mereka cenderung melihat bagaimana menghasilkan sesuatu yang cepat dan tidak memperhatikan jika orang lain dapat membaca kode programnya.

Bahkan tidak jarang yang menganggap bahwa pemrograman adalah kompetisi kecepatan pada aktivitas tim. Dalam pengembangan PHP, kalangan seperti inilah yang memungkinkan pembuatan modul PECL serta memiliki kontribusi terhadap efisiensi kode program.

Listing program berikut menunjukkan contoh penulisan program oleh kalangan prosedural.

/* procedural.php */

print "Hello, world.";

?>

8.1.2 Pemrograman Berorientasi Objek

Lain halnya dengan kalangan yang fanatik terhadap objek, umumnya mereka tidak begitu memperhatikan faktor performansi pada pendekatan yang dilakukan. Bahkan terlihat kalangan ini sangat menikmati konsep desain abstrak, karena orang-orang seperti ini biasanya berkarir di bidang manajemen proyek atau dokumentasi.

Contoh penulisan listing program di kalangan orientasi objek dapat digambarkan seperti berikut.

/* objek.php */

class HelloWorld {

function myPrint() {

print "Hello, world.";

}

}

$myHelloWorld = new HelloWorld();

$myHelloWorld->myPrint();

?>

Dalam lingkungan PHP, kalangan orientasi objek lebih cenderung membuat modul PEAR dan memiliki kontribusi besar terhadap kemudahan pengelolaan kode program.

8.2 Konsep Dasar OOP

Orientasi objek telah terbukti kelayakannya selama bertahun-tahun dan terbukti pula sebagai pemrograman yang cukup tangguh. OOP merupakan paradigma pemrograman yang cukup dominan saat ini, karena mampu memberikan solusi kaidah pemrograman modern.

Meskipun demikian, bukan berarti bahwa pemrograman procedural sudah tidak layak lagi. OOP diciptakan karena dirasakan masih adanya keterbatasan pada bahasa pemrograman tradisional. Konsep dari OOP sendiri adalah, semua pemecahan masalah dibagi ke dalam objek. Dalam OOP data dan fungsi-fungsi yang akan mengoperasikannya digabungkan menjadi satu kesatuan yang dapat disebut sebagai objek. Proses perancangan atau desain dalam suatu pemrograman merupakan proses yang tidak terpisah dari proses yang mendahului, yaitu analisis dan proses yang mengikutinya.

Pembahasan mengenai orientasi objek tidak akan terlepas dari konsep objek seperti inheritance atau penurunan, encapsulation atau pembungkusan, dan polymorphism atau kebanyakrupaan. Konsep-konsep ini merupakan fundamental dalam orientasi objek yang perlu sekali dipahami serta digunakan dengan baik, dan menghindari penggunaannya yang tidak tepat.

8.2.1 Class dan Objek

Dalam lingkungan program berorientasi objek, pemrogram mendefinisikan class secara statik. Pada saat run-time, class akan diinstantiasi menjadi objek. Ada pun objek yang merupakan instantiasi dari suatu class selalu dapat diacu melalui current objek, apa pun nama instant-nya. Dapat didefinisikan bahwa class merupakan struktur data dari suatu objek, lebih jelasnya adalah sebuah bentuk dasar atau blueprint yang mendefinisikan variabel method umum pada semua objek dari beberapa macam. Objek sendiri adalah kumpulan variabel dan fungsi yang dihasilkan dari template khusus atau disebut class.

Kiranya cukup penting untuk membedakan antara class dengan objek. Di mana objek adalah elemen pada saat run-time yang akan diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan ketika eksekusi. Ada pun class merupakan definisi statik dari himpunan objek yang mungkin diciptakan sebagai instantiasi dari class. Sederhananya adalah kumpulan objek yang mempunyai atribut sama. Dengan demikian, pada saat run-time maka yang kita miliki adalah objek.

Paling tidak suatu class memiliki struktur sebagai berikut:

class NamaClass {

}

Agar dapat digunakan, maka class memerlukan atribut dan operasi, di mana dibuat dengan cara mendeklarasikan variabel di dalam class menggunakan keyword var.

class NamaClass {

var $atribut1;

var $atribut2;

function operasi() {

}

}

Dalam bahasa pemrograman lain seperti Java, file program harus disimpan sama dengan nama class. Lain halnya dengan PHP, Anda dapat memberikan nama yang tidak harus sama.

8.2.2 Inheritance

Untuk menggambarkan inheritance atau pewarisan di dalam pemrograman, pada saat Anda menggunakan kembali atau mengganti method dari class yang sudah ada, serta ketika menambahkan field instant dan method baru, maka pada saat itulah Anda bekerja dengan inheritance. Konsep ini merupakan konsep yang fundamental dalam orientasi objek dan harus digunakan dengan baik.

Ada beberapa macam jenis inheritance yang dikenal dalam pemrograman berorientasi objek, di antaranya adalah single inheritance dan multiple inheritance.

To Be Countinue......

0 komentar: